Jumat, 01 Mei 2015

kereta api

Kereta api, kendaraan umum yang kategorinya sangat di minati oleh masyarakat indonesia. Harga tiket kereta api ini tergolong murah, dan sensasi naik kereta api berbeda dengan naik kendaraan umum yang lain, terasa lebih menyenangkan hehe. Saya menjadi salah satu langganan kendaraan umum ini, sejak masih berumur 12tahun orangtua saya sering pergi menggunakan kereta. Tapi sangat di sayangkan karena pada tahun ini harga tiket kereta api sangat tidak stabil dan mengalami kenaikan, saya seorang mahasiswa yang selalu menggunakan jasa transportasi kereta api dari jombang- ke surabaya harga tiket yang dulunya hanya KRD RP2000 dan rapih dhoho RP5500 sekarang menjadi KRD RP10.000 dan rapih dhoho RP15000. Disini saya sebagai mahasiswa mengalami sedikit keberatan karena harga ya bukan termasuk mahal tapi tidak bisa di bilang murah, karena saya masih belum punya pendapatan sendiri (belum bekerja) , dan keperluan untuk kuliah juga tidak sedikit. Mungkin untuk orang yang termasuk golongan mampu hal ini tidak masalah. Selain masalah kenaikan harga, fasilitas dalam kereta api juga belum maksimal, memang sekarang ada AC di setiap gerbong kereta, namun AC tersebut terkadang ada yang bocor dan ada juga yang tidak berfungsi sehingga hawa panas masih sangat terasa. Ada pula hal lain yang membuat kecewa, selain dua hal tersebut, untuk posisi duduk. Masih banyak yang beli tiket dengan harga normal tapi tidak mendapatkan tempat duduk, alhasil di dalam kereta tersebut jadi penuh sesak dan mengurangi kenyamanan penumpang yang lain, kasian juga untuk penumpang yang tidak mendapatkan tempat duduk, walau jarak tempuhnya tidak begitu jauh, tapi bagaimana menurut anda apabila berdiri selama 2jam dan membayar tiket seharga penuh?? Belum lagi yang berdiri ibu" membawa bayi, anak kecil, manula dan masih banyak lagi. Dan jadwal kereta api juga masih sering molor tidak tepat waktu, saya pernah waktu itu mau pulang ke Jombang, jadwal keretanya jam 7malam dari salah satu stasiun di surabaya , dan kereta baru sampek stasiun pada pukul 9 malam, saya beserta para penumpang lain harus menunggu selama 2 jam lebih di dalam stasiun. Menurut pendapat saya, tidak apa apabila pemerintah menaikkan harga tiket kereta api lokal, namun alangkah baiknya apabila kenaikan tersebut di sertai dengan perbaikan fasilitas kereta api, seperti memperbaiki AC, menambah jumlah gerbong, dan memperbaiki jadwal kereta agar tidak molor. Sebaiknya pemerintah juga mempertimbangkan kenyamanan para pengguna transportasi tersebut. Memang uang 15ribu tidak begitu berarti untuk orang yang tergolong mampu, tapi untuk mahasiswa dan untuk orang yang kondisi ekonominya tergolong rendah? Bukankah kendaraan umum ada untuk mempermudah transportasi? Sebaiknya pemerintah memikirkannya kembali :) 

Rabu, 15 April 2015

Rapor merah jokowi

Disini saya akan berbagi pengalaman saya beberapa hari yang lalu. kebetulan ada acara demonstrasi yang di adakan oleh BEM seluruh Indonesia. acara ini diadakan untuk memperingatkan Bapak presiden kita Jokowi. para mahasiswa berkumpul di 3 titik. di Bogor, Jogja dan di Surabaya. Berhubung saya bertempat di jawa timur maka saya ikut yang di Surabaya. yaitu di GRAHADI . Ada beberapa Universitas yang sangat berantusias mengikuti demonstrasi tersebut. yaitu dari UB, UMM, POLINEMA, UNAIR, ITS, PENS, PPNS. titik kumpul pada saat itu berada di parkiran fisip kampus B unair. para mahasiswa serentak menyuarakan meminta agar bapak presiden kita menepati janji janji yang sudah di berikan namun belum ada kerja nyata.Sejumlah BEM serentak beraksi menuntut Jokowi-JK untuk; (1) Menurunkan harga bahan-bahan pokok masyarakat; (2) Stabilkan Ekonomi Rakyat; (3) Akuisisi 100 persen aset Blok Mahakam; (4) Lakukan renegosiasi thd freeport, dan (5) Selesaikan semua kasus korupsi dan bersihkan koruptor di Indonesia. Dalam aksi kali ini, mahasiswa mengkritik dan menyoroti berbagai permasalahan bangsa di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan wakil Presiden Jusuf Kalla. Mereka juga memintah pemerintah segera menyelesaikan permasalahan harga kebutuhan pokok yang kian melambung tinggi.Para mahasiswa menganggap, Jokowi-JK tidak dapat menyelesaikan berbagai masalah. Mulai ekonomi, politik, hingga pemberantasan korupsi. Tidak hanya harga beras harga tarif listrik, tiket kereta api, dan sejumlah kebutuhan rakyat yang kian tak terjangkau.Kisruh antara KPK dan Polri yang tidak ada ujungnya, juga menjadi perhatian para mahasiswa. Mahasiswa menilai kisruhnya elit politik juga dinilai jadi biang melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar.Dalam aksinya, para mahasiswa meminta Jokowi-JK segera menyelesaikan kisruh politik dan pemerintah. Jokowi-JK harus menjalankan janji-janji saat maju di ajang Pilpres seperti yang tertuang dalam Nawacita.Jokowi-JK harus mampu mencipatkan kemandirian pangan dan stabilitas harga pangan. Yanwar mempertanyakan koordinasi antara Presiden dengan Wakil Presiden. dalam aksi tersebut mahasiswa dari UB menampilkan aksi teatrikal, dan dari unair menampilkan puisi akan keluhan masyarakat. apabila suara tersebut tidak bisa di lakukan. maka akan ada aksi selanjutya pada tanggal 20 mei mendatang untuk menurunkan bapak presiden kita jokowi.